Mar 11, 2014

How to stay on budget?

Hai! Lagi rajin nulis dan ada ide nih. :)

Siapa nih yang sering lebih besar pasak daripada tiang? Aku pernah nih. Sampai harus tarik uang yang seharusnya engga perlu dipakai. Sedih? Awalnya engga. Setelah itu sedihnya banget :( merasa sayang dan sedikit menyesal. Ada yang pernah seperti itu?

Untuk itu aku akalin dengan selalu mencatat jumlah pengeluaran dan selalu memberi jatah pengeluaran. Tidak cuma mencatat pengeluaran saja tapi juga mencatat apakah sesuatu yang kita beli itu termasuk penting atau tidak dengan menyediakan kolom untuk menandainya. Jangan lupakan special event seperti ultah, anniversary, undangan pernikahan. Selalu sisihkan uang untuk keperluan darurat dan ditabung diawal.
Seperti inilah contoh catatan pengeluaranku :

Jadi andaikan setiap bulan anda memiliki uang 2.500.000 rupiah (rata2 gaji pekerja anyar), langsung sisihkan uang jatah untuk tabungan, keperluam darurat dan persembahan/donasi/infaq dll di awal. Misal 500.000. Anda masih memiliki 2.000.000 rupiah.
Setelah itu bagilah uang tersebut menjadi jatah uang makan harian. Misal setiap hari anda menjatahi uang makan 20.000, maka total dalam sebulan (+-25 hari kerja) uang makan anda 500.000. Maka masih tersisa 1.500.000.
Dari jumlah tersebut untuk keperluan lain-lain dalam sehari-hari anda masih memiliki 1.500.000 dibagi 30 hari = 50.000. Tambahkanlah sejumlah uang tersebut setiap hari dalam dompet anda.
Memasukkan uang dapat dilakukan harian maupun mingguan. Tetapi berjanjilah jika jatah minggu tersebut berlebih, langsung sisihkan ke bagian untuk darurat. Hanya pakailah uang tersebut untuk keadaan darurat yang bukan sekedar kepingin2 biasa :)

Setiap akhir bulan analisa kembali apakah uang yang telah belanjakan sesuai dengan program yang sudah kita tetapkan di awal bulan atau tidak.

Perasaanku waktu pertama kali memakai metode ini : "wah, banyak juga ya yang ngga pentingnya."
Hehe...

Semoga sedikit share ini membantu dan menginspirasi kalian.

Have a nice day ♥♥



I DID IT!

Halloooo guys :)
How do you do?

Banyak tumpukan barang kosmetik dan skincare yang belum tersentuh? Masih banyak sample sachet yang berkeliaran di lemari? Masih mau beli lagi? Ups, tunggu dulu. Mari kita berbicara tentang spending-ban.
Bulan februari kemarin aku sukses menjalankan cosmetic and skincare spending ban :) yay! Padahal rencana ini sudah ada sejak novemver tahun 2013 akibat melihat populasi kosmetikku yang bertambah banyak. Dan akhirnya kesampaian juga deh di bulan februari kemarin. Phew. Bagaimana perasaannya? Bagaimana caranya? Tips dan trik untuk melakukannya? Akan aku bagi sedikit dengan kalian :)

Setelah berkali-kali diingatkan dan menata semuanya, aku sadar aku punya lebih dari cukup kosmetik dan skincare. Berlebih bahasa gampangnya. Lalu untuk apa barang2 tadi? Sementara ini, ada beberapa yang aku jual sebagai preloved dan masih ada cukup banyak yang ada di lemari. Lalu mau diapakan? Rencananya sih mau pilah-pilah dan di sale lagi. Demi kebaikan bersama loh. :p Pertama aku tidak harus menyimpan barang tsb sampai kadaluarsa. Kedua, bisa dijadikan uang kembali untuk dibelanjakan, eh, ditabung. Ketiga, bagi yang beli, mereka dapat kondisi barang dengan kualitas baik (brand new product) atau cukup baik (preloved items) dengan harga miriiingg daripada yang dijual di luaran. Kenapa cuma cukup baik? Ya, karena kita tidak tahu 100% bagaimana orang yang punya terdahulu memperlakukan barang2nya. :) ini adalah win-win solution untuk kedua belah pihak.

Merasa sangat sayang dengan barang yang pernah dimiliki? Bisa diberikan pada mama, saudara atau teman baik. Dengan catatan katakan sejujurnya kondisi barang itu bukanlah barang baru dan biarkan mereka memutuskan untuk menerima atau menolaknya. Jangan memaksa. Dan janganlah mengharapkan imbalan. Ya iya dong... Kan jadi ga ikhlas namanya :)

Masih ada barang yang sealed dan belum terpakai atau berencana tidak memakainya tetapi sayang? Jadikan kado untuk orang terdekat dan tersayang. :)

Bagaimana cara untuk menghindari lapar mata yang sering kali terjadi?
First of all, make a commitment. Tanpa adanya komitmen, pastilah hal ini tidak berjalan dengan lancar. (terbukti molornya proyek spending ban ku.)
Kedua, mintalah bantuan orang tua, saudara, pacar, sahabat untuk mengingatkan kalian setiap kali kalian mulai lapar mata.
Ketiga, dan ini adalah cara yang cukup efektif, hindarilah media sosial apalagi yang berbau jualan. Sungguh deh. Setiap buka facebook dan instagram apalagi kalau sudah ada pajangan kosmetik baru dengan warna yang cantik menggoda iman niscaya hati ini akan berdebar dan penuh semangat untuk explore barang tersebut dan barang lainnya lebih lagi. Hindarilah juga racun-racun di forum dan abaikan sale. Seperti quote yang sering sekali dilayangkan oleh pacarku, "ngga usah sekarang. Kapan-kapan juga ada sale lagi."

Selalu ingatkan diri anda agar tidak tergiur karena di rumah masih banyak. Kalau perlu bawa deh tuh kosmetik kemana-mana biar ingat selalu. :p

Anda blogger atau vlogger dengan budget minim seperti saya tapi ingin terus update? Ngga masalah kok ikutan spending ban ini. Kehabisan produk untuk direview? Buatlah postingan yang lain :) tutorial? DIY? FOTD? Atau sesekali join dengan sahabat bloggermu untuk jadi blogger tamu di blogmu. Selain menjalin keakraban, boleh kan sesekali libur nulis tapi tetap ada postingan baru? :) cara lebih oke dan kamu punya sahabat baik yang sama cinta makeupnya dengan kamu? Ajak dia bergabung dengan kamu. Istilahnya 2 in 1 gitu deh. Jadi kalian bisa bergantian mengisi blog. Contohnya aini dan eve dari my lovely sister, Jess dan Elle, pink and undecided, feli and katherin from dailybeauty89. Pasti berdua lebih menyenangkan daripada sendiri.
Ide bisa cari dimanapun loh. Tinggal tanya saja sama om google. Jangan lupa menyertakan credit jika kalian re-create hasil karya orang lain.

Sayang untuk membagikan karena masih ingin menggunakan kosmetik yang : warna cocok, formula cocok, bau atau rasa kesukaan? Digilir saja setiap hari dan pastikan diletakkan di tekpat yang terlihat. Selain itu setiap minggu bongkar dan tata kembali cosmetic pouchmu. Selain untuk memcegah menggunakan barang expired, mencegah kebosanan, dapat juga mempercepat habisnya barangmu. :p
Jangan terlalu sayang yang berlebihan kecuali kamu ingin berakhir dengan kekecewaan karena barangmu akan berakhir di tempat sampah tanpa tersentuh.

Pastikan setiap kali membeli untuk mencari tahu dengan browsing review2 dan kalau bisa mencoba terlebih dahulu. Banyak counter memberikan tester yang dibagi maupun di counter bukan tanpa tujuan. Di beberapa toko, bahkan kalian bisa minta sample sachet atau sample in jar untuk dicoba di rumah. Cocok atau tidak dengan kulit dan yang diinginkan. Hal ini juga berlaku untuk membeli parfum. Pastikan kamu spray parfum di kulit. Bukan pakaian atau kertas dan tunggu hingga stgh sampai satu jam sambil berjalan-jalan. Kenapa? Untuk memastikan saja kalian suka tidak hanya dengan top notes dari parfum tetapi juga suka mid dan end notesnya. Kalau kosmetik kan kurang higienis? Yup. Bisa diakali dengan me-lap dengan tissue untuk produk seperti lipstick, eyeliner. Kalau bentuknya wand seperti lipgloss? Sebisanya tidak dioleskan di bibir dehh... :( dan tentu saja ditunggu juga agak lama. Untuk memastikan formulanya sesuai dengan yang diinginkan. Atau eyelinernya benar2 kering sempurna sebelum dicoba smudge dan waterproofnya.

Bagaimana perasaanku selama menjalani? Cukup senang meski banyak godaan. Hehehe... Tentu saja kita tidak bisa menghindari socmed sepenuhnya, kan? Tapi aku selalu mencoba menghindari dan mengingatkan diri :)
Perasaan sesudahnya? Lega. Tentu saja. Dan bangga dong misinya berhasil. :)

Sekian sedikit share yang bisa kubagi. Jika kalian punya info lain untuk berhemat, bagi dong di kolom komentar. :)
Semoga bermanfaat!

Have a nice day!

PS : barang yang datang pada bulan februari adalah barang PO dari bulan2 sebelumnya dan sudah dilunasi di bulan sebelumnya :)